Hotline: (021) 31902885 ext 8104/ 8110

WPML not installed and activated.

C_TFIN52_65 C2050-723 C2090-612 C2180-400 C4040-332 C4060-156 C4090-451 CCA-410 CLO-001 CSM-001
glaucoma

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia dan dunia setelah katarak. Data WHO tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat 39 juta orang yang mengalami kebutaan di dunia, dan glaukoma menyumbang sebanyak 3,2 juta orang. Namun kebutaan yang disebabkan glaukoma akan bersifat permanen ( tidak dapat disembuhkan ). Kebutaan karena katarak akan membaik setelah menjalani operasi pengangkatan katarak, sedangkan glaukoma tidak. Oleh karena itu, sebelum kebutaan terjadi, penyakit glaukoma harus diobati agar tidak semakin bertambah parah.

The American Academy of Ophthalmology ( AAO ) merekomendasikan pemeriksaan mata berkesinambungan untuk semua individu dimulai sejak usia 40 tahun, dan 3-5 tahun setelahnya jika tidak mengalami faktor resiko. Namun, jika memiliki faktor resiko atau berusia diatas 60 tahun, pemeriksaan mata lengkap sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Faktor-faktor resiko glaukoma tersebut antara lain: usia ( diatas 40 tahun dan terus meningkat seiring bertambahnya dekade ), kondisi medis tertentu ( diabetes, rabun jauh, pembedahan mata sebelumnya, penggunaan obat minum atau semprot kortikosteroid/antiradang dalam waktu lama, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Mengingat tingginya ancaman kebutaan yang disebabkan glaukoma dan pentingnya deteksi dini kondisi tersebut, serta pemeriksaan berkala yang harus dilakukan, RSCM Kirana menyediakan fasilitas pemeriksaan diagnostik/screening untuk mendeteksi adanya penyakit glaukoma. Selain pemeriksaan mata secara umum seperti tajam penglihatan dan pemeriksaan bagian depan mata dengan slitlamp, kita juga menyediakan beberapa fasilitas pemeriksaan tambahan yang lebih spesifik, terutama untuk mendeteksi adanya: peningkatan tekanan bola mata, gangguan lapang pandang penglihatan, dan pemeriksaan saraf mata.

 

Layanan unggulan divisi glaukoma meliputi:

 

–   Pemeriksaan diagnostik:

  • Non contact tonometer
  • Tonometer aplanasi
  • Tonopen
  • I-care
  • Tonometri perkins
  • Humphrey field analyzer
  • Octopus
  • Goldman perimeter
  • Optical coherence tomography (OCT)
  • Frequency doubling technology (FDT)

RSCM Kirana menyediakan fasilitas terapi bedah pada kondisi glaukoma yang sudah kurang berespon baik terhadap obat-obatan. Pembedahan glaukoma tersebut ditangani oleh staf subspesialis glaukoma yang ahli di bidangnya dengan menggunakan teknologi terdepan.

 

Bedah glaukoma yang saat ini tersedia:

  • Pemasangan implant glaukoma (Ahmed, Baerveld)
  • Laser iridektomi
  • Iridoplasty
  • Filtering surgery (+MMC)
  • Transkleral photocoagulation
  • Cyclocryotherapy
  • Trabekulektomi