Hotline: (021) 31902883 ext 104

WPML not installed and activated.

Penggunaan Kortikosteroid dan Obat Imunosupresif

Pemberian kortikosteroid dosis tinggi dan/atau obat imunusupresif untuk jangka panjang

a. Manfaat kortikosteroid dan/atau obat imunosupresif

Apabila Anda disarankan untuk menggunakan obat tersebut, kemungkinan Anda menderita penyakit di mana proses inflamasi tidak bekerja dengan baik sehingga merusak jaringan tubuh khususnya dalam kasus ini jaringan mata yang dapat mengganggu fungsi penglihatan.

Obat-obat tersebut dapat mencegah kerusakan jaringan mata dengan menurunkan produksi zat-zat kimia pada proses inflamasi.

 

b. Efek samping steroid

Berikut ini adalah kemungkinan efek samping steroid yang dapat terjadi beserta saran-saran yang dapat dilakukan agar dapat mencegah atau mengurangi efek tersebut.

I. Peningkatan berat badan

Penggunaan steroid meningkatkan nafsu makan. Peningkatan berat badan bervariasi pada setiap orang. Selain itu, steroid juga menyebabkan penumpukan lemak tubuh di tempat-tempat yang tidak diinginkan yaitu; wajah (moon face), leher bagian belakang (buffalo hump) dan perut. Perubahan-perubahan tersebut dapat dikontrol dengan cara:

  • Hindari garam: secara normal, ginjal menjaga tubuh kita dalam keadaan garam yang seimbang. Jika garam di dalam tubuh kita berlebihan, maka akan dikeluarkan ke dalam urin. Steroid menyebabkan retensi natrium dan kehilangan kalium yang dapat menyebabkan retensi cairan, berat badan, kembung serta rendahnya  kadar kalium di darah. Pada beberapa orang, hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau memperburuk kondisi yang sudah ada. Kami menyarankan diet tanpa garam dan menghindari makanan yang  sangat asin. Beberapa makanan yang dapat meningkatkan kadar kalium, seperti: pisang, buah jeruk, melon dan tomat baik untuk diet anda. Pastikan bahwa tekanan darah dan kimia darah anda diperiksa secara teratur.
  • Hindari lemak: lemak memiliki kalori dua kali lebih banyak dari protein dan karbohidrat. Dengan membatasi lemak dalam diet anda, secara otomatis mengurangi kalori, berat badan dan kolesterol darah anda.
  • Hindari karbohidrat: karbohidrat (gula dan zat tepung) dapat  berupa molekul sederhana atau molekul kompleks. Hindari karbohidrat sederhana yang terlalu cepat dicerna dan sehingga mudah merasa lapar. Karbohidrat kompleks lebih mengenyangkan karena harus dipecah pada proses pencernaan dan diserap lebih lambat di dalam tubuh. Beberapa contoh karbohidrat sederhana yaitu permen, kue, pie dan roti putih. Beberapa contoh karbohidrat kompleks yaitu roti gandum, beras, kacang, kentang manis, sereal tinggi serat dan permen bebas gula.
  • Makan kecil di antara waktu makan besar (ngemil): untuk menahan rasa lapar yang meningkat, anda dapat mengemil makanan ringan rendah kalori seperti; buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, kue beras rendah garam dan permen bebas gula. Anda lebih disarankan untuk makan dalam porsi yang kecil tetapi dengan frekuensi yang lebih sering daripada makan tiga kali sehari dengan porsi yang besar.
  • Makan di luar: ketika makan di luar, katakan kepada pelayan apa yang anda butuhkan. Ketika berada dalam pesawat, mintalah makanan rendah lemak dan rendah garam. Jika anda berada dalam situasi di mana tidak dapat memesan makanan sesuai  dengan yang anda butuhkan, jangan panik. Makan makanan asin, berlemak atau mengandung gula yang tinggi pada beberapa kesempatan (tidak setiap hari) tidak akan membuat banyak perbedaan.

II. Peningkatan gula darah

  • Alasan lain untuk menghindari makanan bergula adalah fakta bahwa  steroid memiliki kecenderungan untuk meningkatkan kadar gula dalam darah. Pada kebanyakan orang, hal ini bukanlah masalah berarti. Namun pada penderita diabetes, orang-orang dengan berat badan berlebih, wanita hamil dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes kenaikan gula darah adalah hal yang berisiko. Beberapa penderita diabetes yang sebelumnya telah dikontrol oleh diet atau pil mungkin harus beralih ke insulin untuk sementara waktu. Kenaikan gula darah ini umumnya sembuh ketika dosis steroid berkurang atau dihentikan. Pastikan dokter Anda tahu jika Anda penderita diabetes dan pada semua pasien yang diberi steroid harus melakukan tes gula darah secara berkala.

III. Osteoporosis

  • Setiap hari sel-sel tulang yang lama akan mati dan akan digantikan oleh sel tulang yang baru. Steroid mempercepat kematian sel tulang dan memperlambat pembentukan sel tulang baru yang menyebabkanpenurunan kepadatan tulang (osteoporosis).
  • Faktor risiko lain yang dapat menyebabkan osteoporosis yaitu:
    • Perempuan
    • Ras Kaukasia atau Asia
    • Kurus
    • Tidak rutin latihan beban
    • Asupan kalsium dalam makanan kurang
    • Riwayat keluarga osteoporosis
    • Menopause dini atau indung telur telah diangkat
    • Pria dengan kadar testosteron rendah
    • Perokok  atau peminum alkohol
    • Hipertiroid
    • Diabetes
    • Penyakit Crohn
    • Gangguan makan seperti anoreksia
  • Osteoporosis ini dapat dicegah dengan:
    • Makan makanan kaya kalsium: tujuan Anda harus 1500 mg kalsium per hari. Produk susu rendah lemak (susu skim, yogurt rendah lemak, keju cottage lemak bebas) merupakan sumber kalsium yang baik. Sayuran yang termasuk sumber kalsium yang baik adalah lobak dan brokoli. Cara lain yang sederhana untuk menambahkan ekstra kalsium adalah dengan mengkonsumsi Cavit D3 yang mengandung Ca hydrogen phosphate 500 mg dan cholecalciferol 133 iu. Minum satu tablet sehari.
    • Mengkonsumsi vitamin D: hanya makan lebih banyak kalsium tidak cukup. Vitamin D dibutuhkan untuk membantu kalsium diserap ke dalam tubuh Anda dan memperkuat tulang Anda. Vitamin D didapat dari paparan kulit terhadap sinar matahari, makanan kaya vitamin D dan suplemen vitamin. Disarankan untuk mengkonsumsi 800 mg vitamin D per hari, jika berlebihan dapat berbahaya.
    • Berolahraga: steroid juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan atrofi. Berolahraga setiap hari akan membantu membakar lebih banyak kalori, meningkatkan suasana hati dan membantu mencegah hilangnya  massa otot dan tulang. Olahraga juga membantu mencegah penambahan berat badan yang sering terjadi selama terapi steroid. Program latihan ini harus mencakup latihan aerobik yang membakar kalori dan meningkatkan kebugaran, latihan kardiovaskular serta latihan beban yang memperkuat otot dan memperlambat pengeroposan tulang. Mulailah program latihan secara perlahan, yang terpenting adalah memiliki program latihan yang rutin.
    • Terapi estrogen: saat memasuki masa menopause, kadar estrogen berkurang sehingga perempuan menjadi lebih rentan terhadap osteoporosis. Terapi steroid menambah risiko osteoporosis menjadi dua kali lipat. Suplemen estrogen dosis rendah membantu mencegah masalah ini. Jika Anda seorang wanita pasca-menopause dan mendapat terapi steroid, tanyakan pada dokter kandungan Anda apakah Anda harus mendapat terapi hormon.
    • Lakukan pengukuran kepadatan tulang (bone density): tanda-tanda awal terjadinya osteoporosis tidak dapat dideteksi secara dini, sehingga skrining densitas tulang secara teratur sangat dianjurkan sebagai usaha pencegahan.

IV. Masalah kulit

  • Steroid dapat menyebabkan jerawat pada wajah, dada  dan punggung. Umumnya, menjaga kulit sebersih mungkin dan menggunakan obat jerawat topikal dapat mengontrol masalah ini. Jika tidak membantu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Pasien dengan steroid juga sering menjadi mudah memar, bahkan hanya dengan sedikit trauma. Masalah kulit lain termasuk penyembuhan luka menjadi lebih lambat, kemerahan pada wajah, stretch mark, keringat malam dan peningkatan rambut wajah. Pasien dengan steroid harus menjaga kulit mereka agar tetap bersih dan terlindungi serta hindari trauma kulit termasuk kulit yang terbakar akibat paparan matahari.

V. Gangguan pencernaan

  • Steroid dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi sistem pencernaan bagian atas. Peradangan yang terjadi pada permukaan lambung disebut gastritis. Jika semakin parah, dapat terjadi ulkus peptikum. Ulkus terutama terjadi pada pasien yang memiliki riwayat ulkus atau secara teratur mengkonsumsi obat anti-inflamasi lain seperti aspirin atau obat untuk arthritis. Pada kasus yang ringan, ranitidin dapat membantu. Jika  Anda terus-menerus merasa mual atau perih di lambung, hubungi dokter anda.

VI. Suasana hati yang tidak stabil

  • Anda mungkin merasa gembira tanpa alasan yang jelas, kesulitan tidur di malam hari. Di lain waktu, mungkin ada perasaan cemas atau kurang konsentrasi. Umumnya anda akan merasa lelah dan sendu untuk beberapa hari setiap kali dosis prednison sedang diturunkan.
  • Jika Anda mengalami perubahan mental selama terapi steroid, yakinkan keluarga dan orang terdekat bahwa Anda tidak mengalami gangguan mental dan bahwa perubahan ini akan mereda setelah obat dihentikan. Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan obat untuk mencegah kegelisahan atau antidepresan untuk sementara waktu. Jika terjadi insomnia, cobalah untuk tidur siang di sore hari.

VII. Perubahan pada mata

  • Dosis tinggi steroid atau penggunaan jangka panjang steroid dapat menyebabkan dua masalah mata yaitu katarak dan glaukoma. Dokter anda akan selalu memeriksa kemungkinan tersebut saat anda melakukan pemeriksaan

VIII. Perubahan sistem kekebalan tubuh

  • Salah satu cara kerja steroid adalah dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Efek ini dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Jika sistem kekebalan tubuh anda dilemahkan, kerentanan tubuh terhadap infeksi menjadi meningkat. Steroid tidak membuat anda menjadi lebih mudah terkena flu atau masuk angin. Tetapi dapat meningkatkan kerentanan untuk terjangkit cacar air (varicella) dan virus herpes lainnya. Pasien yang telah sembuh dari TBC dapat mengalami reaktivasi penyakit. Jika Anda belum pernah menderita cacar air beritahu dokter Anda. Jika Anda memiliki TB (aktif atau tidak aktif), herpes zoster atau infeksi herpes pada mata, bibir atau alat kelamin jangan mengkonsumsi steroid tanpa pengawasan dokter. Anda tidak boleh divaksinasi selama mengkonsumsi steroid terutama vaksin polio. Tes alergi kulit dan tes TB kulit umumnya akan memberikan hasil yang invalid saat anda mengkonsumsi steroid. Pada sejumlah kecil pasien yang mengkonsumsi steroid dapat terjadi infeksi jamur pada mulut (thrush) atau vagina. Namun umumnya hal tersebut dapat diatasi dengan terapi.

 

 

2. Pemberian obat-obat imunosupresan

a. Indikasi:

- peradangan pada mata yang dapat menganggu fungsi penglihatan

- penyakit yang cenderung berulang

- respon yang kurang adekuat terhadap steroid

- kegagalan terapi

- steroid tidak dapat diberikan karena adanya penyakit sistemik atau efek samping yang tidak dapat ditangani

- ketergantungan terhadap steroid yang kronis

 

b. Manfaat:

Mengurangi efek kerusakan jaringan mata akibat proses inflamasi serta efek samping dari terapi steroid jangka panjang. Pemberian obat imunosupresan akan mengurangi waktu terapi dari steroid sehingga efek samping dari steroid dapat dicegah

c. Obat-obat imunosupresan beserta risikonya

 

No.

Jenis obat imunosupresan

Risiko

1. Methotrexate Gangguan pencernaan, cepat lelah, gangguan hati, infeksi paru (pneumonitis)
2. Azatriopine Gangguan pencernaan, gangguan hepar
3. Mycophenolatemofetil Diare, mual, tukak lambung
4. Cyclosporine Gangguan ginjal, hipertensi, hyperplasia gusi, gangguan pencernaan, parestesia
5. Tacrolimus Gangguan ginjal, hipertensi, diabetes melitus
6. Cyclophosphamide Peradangan saluran kemih, gangguan kesuburan, penigkatan risiko ke arah keganasan
7. Chlorambucil gangguan kesuburan, penigkatan risiko ke arah keganasan
8. TNF-α inhibitor Reaksi saat dilakukan infus, infeksi (reaktivasi TB), keganasan/proliferasi kelenjar limfe, sindrom autoantibodi/ lupuslike

 

d. Hal-hal yang perlu diperhatikan

Semua obat-obat imunosupresan bersifat teratogenik yang dapat membahayakan janin.

Oleh karena itu dianjurkan untuk semua pasien yang mendapat obat imunosupresan

agar menghindari kehamilan selama terapi.